Terkadang Kita Lupa

Manusia hidup untuk saat ini dan masa yang akan datang dengan belajar dari masa lalu. Bagi yang percaya, tentunya tahu bahwa akan ada kehidupan masa depan. Ada kehidupan kekal di akhirat setelah dunia fana ini berakhir.

Manusia hidup dalam berbagai macam kedudukan, anggota dari organisasi, warga dari suatu negara, dan umat dari agama maupun kepercayaan yang dianutnya.

Manusia harus dapat memosisikan diri sebagai bagian dari kumpulan pada saat-saat tertentu. Ketika urusan organisasi, jadilah anggota dari organisasi yang baik. Untuk urusan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, jadilah warga negara yang baik. Begitupun untuk urusan agama, jadilah umat yang baik.

Muncul pertanyaan, ketika diantaranya bertentangan, bagaimana sikap manusia? Mana yang didahulukan?

Manusia perlu terlebih dahulu menyadari, hubungan yang terjadi dalam konteks organisasi, negara, dan agama. Dalam organisasi, hubungan yang terjadi adalah sesama manusia, sesama makhluk, begitupun dengan konteks berbangsa dan bernegara, hubungan yang terjadi adalah sesama manusia, sesama makhluk. Namun bagaimana dalam konteks beragama? Dalam agama, hubungan yang terjadi bukan hanya sesama manusia, sesama makhluk, tetapi hubungan antara hamba dengan Tuhan, pencipta manusia, pencipta makhluk, pencipta segala yang ada di bumi dan alam semesta. Selain itu, dalam konteks agama juga bukan hanya mengurusi masalah dunia saja (masa kini) tapi juga urusan akhirat (masa depan).

Setiap perkumpulan, komunitas, ada aturan-aturan yang mengikat dan wajib untuk ditaati serta dipatuhi. Mana yang diperbolehkan, mana yang dilarang. Setiap pelanggaran ada konsekuensi dan hukuman, begitupun sebaliknya, ada penghargaan untuk kepatuhan dan ketaatan.

Organisasi dan negara memiliki peraturan dan hukum yang mengikat setiap warga negaranya tanpa terkecuali. Begitupun agama, memiliki aturan dan hukum yang mengikat setiap umat penganutnya tanpa terkecuali. Hanya saja, bagi sebagian manusia, aturan dan hukum manusia lebih menakutkan karena ancamannya lebih nyata dan terjadi di dunia. Bagaimana dengan aturan agama yang dibuat oleh Tuhan, pencipta manusia? Soal ancaman dan hukumannya jelas tertera dalam kitab suci, bagi setiap umat yang pernah baca dan paham tentu tahu. 

Masalahnya apakah manusia percaya atau tidak bahwa Tuhan itu ada, bahwa aturan itu benar berlaku, dan ancaman serta hukuman itu ada dan akan menimpa yang melanggarnya. 

Mungkin saat ini orang tidak berjudi karena lebih takut tertangkap polisi dan dipenjara dibanding karena judi itu dosa dan bisa menjerumuskan ke neraka.

Mungkin saat ini orang lebih menurut kepada manusia penguasa karena wujudnya nyata, daripada menuruti Tuhan yang menciptakan manusia penguasa itu.

Premis Tuhan itu kuat, tidak perlu dibela dan dibantu manusia memang betul adanya. Tapi kenapa diutus nabi dan rasul di dunia? Padahal bisa saja penguasa dzolim dan manusia yang tidak percaya itu dilaknat, dihukum, atau dibinasakan oleh Tuhan. Karena Tuhan ingin melihat, siapa yang benar-benar percaya akan agama Tuhan dan siapa yang mengingkarinya.

[RA-16042017]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s